MOHON MAAF :)

Hey guys, hey blogger, hey teman – teman…!!

pie kabareeeee ?

Duuh, seperti judul nya saya ingin meminta maaf karena akhir – akhir ini saya jarang banget posting di blog ini, terakhir saya posting adalah PENGENALAN ROUTER dan itu udah 8 Bulan yang lalu, wowww…

Ternyata sudah lama sekali yah saya nggak menyapa pembaca blog ini ( sambil nahan nangis ) sekarang saya mau menyambut teman – teman dan mau membersihkan blog ini karena udah penuh dengan sarang laba – laba, hehehe

Pertama – tama saya ingin berterima kasih dulu sebelumnya karena selama ini masih banyak pembaca dan comment –  comment yang masuk, terima kasih semuanya ( sambil nahan nangis lagi ) terima kasih, maaf untuk comment yang masuk belum sempet saya balas, nanti pasti akan saya balas ko ( kalo inget ), sebenernya saya mau ceritain kenapa selama ini saya nggak sempet posting, tapi karena ceritanya panjaaangg panjaang, panjang deh pokonya panjang banget jadi nggak bisa saya ceritain disini, mungkin nanti deh bakal saya posting pengalaman saya selama ini.

Sekian aja deh dulu nanti saya posting lagi yang lebih keren tentunya, Oh iya buat yang mau comment, kritik atau saran, monggooo

Thanks

Baso Basri

PENGENALAN ROUTER

Pengenalan router

Router adalah sebuah komputer khusus, router mempunyai komponen-komponen dasar yang sama dengan PC desktop, Router mempunyai CPU, memori, sistem bus, dan banyak interface input/output. Router didisain untuk melakukan tugas khusus yang tidak dimiliki oleh PC desktop. Contoh, router menghubungkan dan mengijinkan komunikasi antara dua jaringan dan menentukan jalur data yang melalui koneksi jaringan.

Sama dengan PC, router membutuhkan operating system untuk menjalankan fungsinya, yaitu Internetwork Operating System (IOS) software untuk menjalankan file-file konfigurasinya. Konfigurasi-konfigurasi ini berisi perintah-perintah dan parameter yang mengontrol aliran trafik yang masuk dan keluar dari router. Router menggunakan protokol routing untuk menentukan jalur terbaik.

Komponen utama dari router adalah random-access memory (RAM), nonvolatile random- access memory (NVRAM), flash memory, read-only memory (ROM) dan interface- interface.

RAM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:

− Menyimpan tabel routing

− Menangani cache ARP

− Menangani cache fast-switching

− Menangani packet buffering dan share RAM

− Menangani antrian paket

− Menyediakan temporary memory untuk file konfigurasi pada saat router bekerja

– Data akan hilang pada saat router dimatikan atau restart

NVRAM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:

– Menyediakan storage untuk file startup configuration

– Data masih ada walaupun router dimatikan atau restart

Flash memory mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:

– Menangani IOS image

– Memberi akses software untuk melakukan update tanpa harus melepas chip pada prosesornya

– Data masih ada ketika router dimatikan atau restart

– Dapat menyimpan beberapa versi software IOS

– Merupakan tipe dari Electrically Erasable Programmable Read-only Memory (EEPROM)

ROM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:

– Menangani perintah-perintah untuk keperluan diagnosa power-on selt test (POST)- Menyimpan program bootstap dan dasar operating system

– Membutuhkan melepas chip pada motherboard pada saat melaukan upgrade software

Interface mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:

– Menghubungkan router ke suatu jaringan sebagai keluar masuknya paket data

-Hanya berada dalam motherboard atau sebagai module yang terpisah

MEMPERPANJANG BATERAI LAPTOP

Baterai adalah sebuah komponen yang sangat penting bagi pengguna laptop, notebook, netbook maupun Hp, Tanpa baterai mereka bukan lagi peralatan mobile, karena mereka harus dihidupkan dengan adaptor yang dihubungkan ke listrik. Untuk itu sangat diperlukan menjaga dan memelihara agar baterai tetap awet dan panjang umurnya

Anda perlu mengetahui bahwa baterai yang bisa di-charge itu ada beberapa jenis. Yang sering digunakan untuk peralatan elektronik pada umumnya adalah Nickel based (NiCd) dan Lithium based (Lithium-ion).  Untuk laptop, saat ini hampir bisa dipastikan semuanya menggunakan jenis Lithium-ion. Selain karena mampu menyimpan daya lebih besar, baterai Lithium-ion juga lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan baterai NiCd yang mengandung beracun.

Dengan Mengetahui perbedaan jenis baterai anda dapat mengetahui karakteristik keduanya yang sangat berbeda. Pada baterai NiCd, elektrolit-elektrolit yang ada didalamnya akan berkumpul di bawah (di dasar) karena pengaruh gravitasi, ketika disimpan terlalu lama (disimpan di gudang). Itulah kenapa pada saat membeli baterai NiCd baru, sangat disarankan untuk men-charge minimal selama 8 jam  (optimalnya 16 – 24 jam) sebelum digunakan pertama kali. Namun demikian, seringkali ketika membeli peralatan elektronik yang menggunakan baterai pihak toko (penjual) menyarankan untuk men-charge baterainya minimal 8 jam sebelum pemakaian pertama kali walaupun jenis baterainya bukan NiCd.

  • Kesalahan lainnya adalah anggapan bahwa baterai harus digunakan sampai benar-benar (mau) habis sebelum baru boleh di-charge lagi. Sekali lagi ini berlaku untuk NiCd, dimana pada baterai jenis ini terdapat fenomena “memory effect”, yaitu baterai ini seolah-olah bisa “mengingat” banyaknya daya yang terisi pada saat proses charging terakhir. Sehingga misalnya baterai NiCd kapasitanya masih 65% dan kemudian di-charge sampai penuh (yang berarti mengisi baterai sebanyak 35%), maka baterai ini akan menganggap seolah-olah kapasitasnya tinggal 35%. Namun sekali lagi, ini tidak berlaku untuk baterai jenis Lithium-ion.
  • Baterai jenis Lithium-ion sekarang juga banyak dipakai untuk peralatan elektronik lainnya seperti handphone ataupun kamera digital. Jadi tips di bawah ini bisa juga Anda terapkan untuk gadget Anda yang menggunakan baterai jenis Lithium-ion. Berikut tipsnya:
  1. Untuk penggunaan pertama kali charge baterai secara normal. Seperti sudah dijelaskan di atas, men-charge baterai minimal 8 jam untuk pertama kali hanya berlaku untuk baterai jenis Nickel based. Untuk baterai Lithium-ion, tidak adanya bedanya antara charging ke-1, ke-5, ataupun ke-500. Malah kalau di-charge terlalu lama bisa mengakibatkan overcharging yang membuat umur baterai semakin pendek.
  2. Charge baterai secara rutin dalam interval pendek tanpa harus menunggu baterai sampai (hampir) habis. Baterai jenis Lithium-ion tidak mengenal fenomena “memory effect” seperti halnya baterai NiCd. Bahkan hasil penelitian menunjukkan bahwa baterai yang terbiasa di-charge ketika kapasitasnya masih 70% – 75% umurnya 5 – 6 kali lebih lama dibanding baterai yang sering di-charge ketika kapasitasnya hampir habis.
  3. Jaga supaya temperatur tidak terlalu panas. Temperatur tinggi merupakan musuh nomor satu baterai karena keadaan panas akan mempercepat degradasi sel-sel yang ada di dalam baterai. Untuk itu sebisa mungkin taruh/simpan laptop di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Kebiasaan menaruh laptop di dalam mobil pada siang hari yang terik juga harus dihindari kalau tidak ingin umur baterai berkurang drastis.
  4. Atur sirkulasi udara supaya tetap lancar. Hindari menggunakan peralatan pada tempat yang menghambat sirkulasi udara seperti bantal, kasur, dan sofa karena dapat mengakibatkan laptop menjadi cepat panas. Cara paling praktis adalah dengan menggunakan coolpad atau Fan tambahan.
  5. Sebisa mungkin gunakan laptop tanpa baterai apabila keadaan memungkinkan bila anda berada di tempat yang ada fasilitas colokan listriknya, dan tidak berpindah-pindah agar baterai tetap awet
  6. Jangan biarkan baterai di dalam peralatan bila tidak digunakan dalam waktu yang lama, dan bila anda menyimpan baterai dalam waktu yang lama, simpan ditempat yang sejuk dengan kodisi baterai sekitar 30-40%. Ada sebuah penelitian yang membandingkan antara baterai yang disimpan dalam kapasitas 30-40% dengan baterai yang disimpan dengan kapasitas 100%. Hasilnya, baterai yang disimpan dengan kapasitas 100% mengalami capacity loss yang lebih besar daripada yang 40%.
  • Gunakan laptop secara hemat energi. Dengan menghemat penggunaan energi laptop maka umur baterai bisa bertahan lebih lama. Ada beberapa cara untuk menghemat baterai, yang semuanya sudah pernah di bahas di artikel Tips Menghemat Baterai di Notebook/Laptop ini.
  • Baiknya anda sering mengecek kondisi baterai laptop Anda. Apabila Anda menggunakan merek HP, maka Anda bisa menggunakan aplikasi Battery Check yang ada di HP Support Assistant untuk melihat data-data teknis baterai laptop Anda. Selain itu, ada juga aplikasi gratis seperti BatteryCare  dan Green Computing yang bisa digunakan pula untuk keperluan ini.

KONFIGURASI DASAR SWITCH CISCO CATALYST 2960

Ada teman yang nanyain gimana cara set switch cisco catalyst 2960. Yang dasar aja bro gak perlu yang ribet banget asal bisa di remote untuk cek traffic, cek server yang aktif dan matikan interface tanpa perlu cabut kabel. Ok, nih konfigurasinya sebagai berikut. (Sumber)

Pertama pasang cable console ke switch dan hubungkan ke PC pada port serial, kemudian kalo pake windows XP buka aplikasi Hyper terminal

Kemudian isi terminal misalkan “switch” klik OK
pilih com1 lalu klik OK
Pilih bits per second 9600, databits 8, parity none, stop bits 1, parity control none klik OK
Press RETURN to get started!
tekan enter…
Switch>
Switch>enable
Switch#clock set 12:45:00 12 October 2008
Switch#config terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#hostname Testing
Testing(config)#enable secret cisco123
Testing(config)#line vty 0 4
Testing(config-line)#password cisco
Testing(config-line)#login
Testing(config-line)#exit
Testing(config)#interface vlan 1
Testing(config-if)#ip address 192.168.1.10 255.255.255.0
Testing(config-if)#no shutdown
%LINK-5-CHANGED: Interface Vlan1, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Vlan1, changed state to up
Testing(config-if)#
Testing(config)#int fa0/1
Testing(config-if)#duplex ?
auto Enable AUTO duplex configuration
full Force full duplex operation
half Force half-duplex operation
Testing(config-if)#duplex full
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up
Testing(config-if)#speed ?
10 Force 10 Mbps operation
100 Force 100 Mbps operation
auto Enable AUTO speed configuration
Testing(config-if)#speed auto
Testing(config-if)#description koneksi Server Email
Testing(config-if)#no shutdown
Testing(config-if)#exit
Testing(config)#int fa0/2
Testing(config-if)#duplex full
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/2, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/2, changed state to up
Testing(config-if)#speed auto
Testing(config-if)#description koneksi Server Dns
Testing(config-if)#no shutdown
Testing(config-if)#exit
Testing(config)#exit
Testing#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration…
[OK]
Testing#
Untuk mengecek bisa mengetikan perintah
show ?
show running-config
show interface status
show interface summary
show host
dll…
Selamat Mencoba Kawan…!!!

CARA DASAR MENGOPERASIKAN CISCO SWITCH

Kali ini saya mau berbasa-basi mengenai Cisco Switch :D

Mengakses CLI Cisco Catalyst 2960

CLI (Command Line Interface) adalah antarmuka yang bisa kita gunakan untuk melakukan konfigurasi pada switch, ada beberapa cara untuk mengakses CLI, diantaranya melalui konsole, telnet, atau SSH. Sebelum membahas lebih lanjut alangkah lebih baik kita berkenalan dulu dengan yang namanya Cisco Switch 2960 :D

Cisco Catalyst Switches dan Switch 2960

Cisco menyebut penghubung fisik antara switch dan device(komputer) dengan sebutan port atau interface. Setiap interface memiliki penomoran dengan style x/y. Pada Cisco Switch 2960 penomoran dimulai dari 0/1, 0/2, dan seterusnya. Interface-interface tersebut juga memiliki penamaan, misalnya, “interface FastEthernet 0/1” adalah interface pertama dari 10/100 interface yang dimiliki switch ini. Jika switch mendukung interface Gigabit maka Interface pertama dari 10/100 nya akan dinamakan ” interface gigabitethernet 0/1.”

cisco-2960

Cisco mendukung 2 tipe Operating System (ya betul, seperti halnya komputer yang bisa diinstall Operating System windows,linux, atau freebsd, cisco juga memiliki Operating System sendiri) : Internetwork Operating  System (IOS) dan Catalyst Operating System (Cat OS). Kini, umumnya Cisco Catalyst Switch hanya mendukung Cisco IOS.

Catatan : Faktanya produk switch cisco yang paling populer, seri 6500, bisa menjalankan Cisco IOS ataupun Cat OS. Cisco mamakai istilah Hybrid untuk switch 6500 yang menggunakan Cat OS dan istilah Native untuk switch 6500 yang menggunakan Cisco IOS..

Status Switch dari LED

Kebanyakan switch Cisco Catalyst memiliki beberapa LED, termasuk LED untuk setiap interface fisiknya. Gambar dibawah menunjukkan bagian depan dari switch 2960 dengan 5 LED disebelah kiri dan satu LED untuk setiap interfacenya, juga tombol mode.

2-led1

Perhatikan SYST LED. LED ini menunjukkan status umum dari switch :

  • Mati: Switch dalam kondisi mati.
  • Nyala (hijau) : Switch nyala dan siap beroperasi (Cisco IOS sudah ter-load).
  • Nyala (kuning/amber): Proses POST Switch gagal dan Cisco IOS tidak ter-load.

Pada LED STAT (status), setiap port LED menunjukkan informasi mengenai port yang bersesuaian sebagai berikut:

  • Mati: Link (koneksi antara device/komputer dengan switch pada port tersebut) tidak bekerja.
  • Hijau muda: Link bekerja tapi tidak ada traffic/ tidak ada frame yang lewat/tidak ada transfer data pada link tersebut.
  • Hijau kedip2: Link bekerja dan ada transfer data yang melalui interface tersebut.
  • Kuning kedip2: Interface dapat berjalan secara normal namun dalam keadaan di-disable oleh administrator.

Akses CLI melalui Console

Port konsole adalah salah satu cara untuk mengakses CLI walaupun switch belum terhubung dengan network. Setiap produk Cisco memiliki port konsole yang secara fisik adalah RJ-45. Sebuah komputer yang terhubung dengan konsole switch harus menggunakan kabel UTP rollover yang terhubung pada port serial PC. Kabel rollover UTP memiliki konektor RJ-45 pada setiap ujungnya, dengan ujung pin 1 terhubung pada pin 8 diujung yang lain, pin 2 dengan pin 7, pin 3 dengan pin 6 dan pin 4 dengan pin5. Pada beberapa kasus, interface serial pada PC tidak men-support konektor RJ-45, untuk hal ini bisa digunakan sebuah adapter yang bisa mengkonversi ke konektor USB.

rj45

Setelah PC terhubung secara fisik ke port konsole dari switch, untuk bisa mengakses CLI sebuah emulator terminal harus sudah terinstall dan terkonfigurasi pada PC. Kini, terminal emulator juga bisa digunakan untuk Telnet dan Secure Shell (SSH) dimana kita bisa manfaatkannya untuk mengakses CLI via network.

Emulator yang dikonfigurasi untuk memanfaatkan serial port PC harus sesuai dengan setting-an konsole port pada switch. defaultnya adalah seperti berikut:

  • 9600 bits/second
  • No hardware flow control
  • 8-bit ASCII
  • No stop bits
  • 1 parity bit

Mengakses CLI melalui Telnet dan SSH.

Telnet memanfaatkan koneksi via network untuk mengakses switch, tidak menggunakan kabel khusus ataupun port fisik pada device. Network antara PC dan switch harus sudah berjalan sehingga PC dan switch bisa bertukar paket IP via network. Telnet mengirimkan semua data (termasuk username dan password untuk switch) berupa plain-text, sehingga resiko keamanannya tinggi.

Secure Shell (SSH) melakukan fungsi yang sama persis dengan Telnet, namun lebih aman karena dilengkapi dengan metode enkripsi, sehingga data yang dikirimkan tidak berupa plain-text tapi berupa data yang sudah ter-enkripsi. Seperti halnya Telnet, SSH client juga mengikutsertakan emulator terminal dan kemampuan transfer data via network menggunakan IP. SSH memanfaatkan port 22 sementara Telnet port 23.

Password Security untuk akses CLI

Default-nya, Cisco switch hanya bisa diakses via konsole, tidak ada Telnet ataupun SSH. Melalui konsole, user mendapatkan akses penuh untuk semua command/perintah yang tersedia. Tetapi, mengakses switch via konsole mengharuskan akses secara fisik ke switch, jadi, meng-enable fitur akses via Telnet dan SSH sangat menguntungkan karena tidak perlu repot mendatangi switch untuk bisa mengakses CLI-nya.

Untuk alasan sekuriti, cukup beralasan jika menambahkan password untuk mengakses konsole, Telnet, ataupun SSH.

configpass

Konfigurasi line vty 0 15 membuat switch beranggapan bahwa konfigurasi-konfigurasi setelahnya berlaku untuk semua 16 (0-15) virtual terminal yang terhubung ke switch, termasuk akses via Telnet dan SSH.

User Mode dan Enable (privileged) Mode

Ketiga metode untuk mengakses switch CLI (konsole, Telnet, dan SSH) menempatkan user pada area CLI yang disebut user EXEC mode. User EXEC mode, disebut juga user mode, memungkinkan user untuk melihat-lihat konfigurasi namun tidak bisa melakukan perubahan setting pada switch. Disini user hanya bisa mengeksekusi perintah-perintah yang ‘harmless‘ dan switch menampilkan pesan-pesan hasil dari eksekusi command ke layar.

Untuk EXEC mode yang lebih powerfull, Cisco IOS menyediakan fitur enable mode (privileged EXEC mode). Dinamakan enable mode karena untuk memasuki area tersebut dilakukan dengan cara mengeksekusi perintah ‘enable‘. Dinamakan privileged mode karena pada mode ini kita dapat meng-eksekusi command / perintah-perintah yang powerful (privileged) disini, misalnya, perintah reload hanya bisa dieksekusi pada mode ini. Perhatikan gambar berikut.

priviladge_mode

Jika command prompt nya diikuti dengan “>” berarti user berada pada user mode, jika berupa ‘#‘ berarti user berada pada enable mode.

Mengkonfigurasi Cisco IOS Software

Configuration mode adalah mode lain yang disediakan oleh Cisco CLI, selain dari user mode dan privileged mode. Perintah-perintah yang dieksekusi pada User mode dan enable mode tidak mengubah konfigurasi pada switch. Untuk merubah konfigurasi switch harus dilakukan pada configuration mode.
privilege2
Perintah-perintah yang dieksekusi pada configuration mode mengupdate file konfigurasi yang sedang aktif. Perubahan konfigurasi ini terjadi secara langsung setiap kali perintah dieksekusi. Untuk itu, user harus ekstra hati-hati setiap mengeksekusi perintah pada mode ini.

Menyimpan file-file Konfigurasi Switch

Berikut adalah 4 tipe memori pada cisco switch :

  • RAM: Kadang disebut DRAM (Dynamic Random-Access Memory), RAM pada switch bekerja seperti halnya RAM pada komputer:  for working storage. Untuk menyimpan file-file konfigurasi yang sedang aktif.
  • ROM: Read-Only Memory (ROM) menyimpan program bootstrap yang biasanya dipanggil saat switch pertama kali dinyalakan. Program bootstrap ini kemudian mencari image dari Cisco IOS untuk kemudian di load kedalam RAM. Setelah itu, operasi pada switch diambil alih oleh Cisco IOS yang baru saja di load.
  • Flash memory: Bisa berupa chip didalam switch atau memory card yang removable, berfungsi menyimpan Image dari Cisco IOS. Flash memory juga bisa dimanfaatkan untuk menyimpan file-file yang lain seperti file-file bakup konfigurasi.
  • NVRAM: Nonvolatile RAM (NVRAM) menyimpan file konfigurasi startup yang digunakan saat switch pertama kali dinyalakan atau setelah switch di reload.

6-memory

Cisco IOS menyimpan perintah-perintah konfigurasi yang dieksekusi pada 2 jenis file konfigurasi:

  • Startup-config : Menyimpan konfigurasi awal yang digunakan setiap kali switch dinyalakan atau di reload. File ini disimpan di NVRAM.
  • Running-config : Menyimpan perintah-perintah konfigurasi yang sedang/sudah dieksekusi (on the fly). File ini terus berubah secara dinamis setiap kali perintah dieksekusi. File ini disimpan di RAM.

Mengkopi dan Menghapus File-File Konfigurasi

Singkatnya *mode males:on*, bisa menggunakan perintah-perintah sebagai berikut :

copy {tftp | running-config | startup-config} {tftp | running-config | startup-config}

7-copy

 

Selamat Mencoba :D

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya.