Baso Basri · Cerpen · Cinta · Cowok Dan Cewek · Diary Ku · Kumpulan Cerpen · Pacaran · Patah Hati · Puisi

CERPEN : AKHIR CINTAKU

“Hai Nel,apa yang sedang kau tulis itu?”,tanya Dela padaku ketika aku sedang asyik-asyiknya menulis sebuah cerpen dalam ruang kuliah sambil menunggu dosen datang.Aku hanya diam dan menutup bukuku.Hei, bukankah aku pernah berada dalam situasi yang sama seperti saat ini?
*                                           *                                          *
“Hai Nel,apa yang sedang kau tulis itu?”,begitu tanya seorang anak laki-laki yang belakangan ku ketahui namanya Erick .Aku yang saat itu sedang menulis cerpen,hanya tersenyum simpul seraya menutup bukuku,dan dia kemudian berlalu pergi dari hadapanku. Dia adalah anak laki-laki pertama yang menyapaku di kelas yang baru kududuki itu,kelas tiga SMP.
*                                             *                                        *
Bila kau menjadi milikku
Kan ku relakan semua,sisa hidupku
Kan ku jadikan kau ratuku
Di tempat yang paling indah, di tempat yang paling indah,dihidupku
Lagu milik Takhta yang sudah tidak bisa dibilang baru lagi, lantaran sudah lama muncul di blantika musik Indonesia itu,tiba-tiba terdengar.O..rupanya lagu itu berasal dari ponselku sendiri, dan sekarang sedang diputar oleh Dela.Lagu itu memang tidak ku hapus dari playlistlku karena itu adalah lagu kenanganku
*                                           *                                          *
Bila kau menjadi milikku,
Kan ku relakan semua,sisa hidupku
Kan ku jadikan kau ratuku
Di tempat yang paling indah, di tempat yang paling indah, di hidupku
Erick memutar lagu yang berjudu Di Tempat Yang Paling Indah,yang merupakan lagu baru dalam playlistku.Dia juga ikut bersenandung kecil di sampingku.Malam itu,jumat 6 April 207, kami berdua keluar bersama untuk pertama kalinya setelah dua tahun bersahabat.Benar-benar hanya berdua saja.
*                                            *                                        *
“Aduh…gelangku mana ya?”,ujar Dela yang tamp[ak sedikit panik di sebelahku
“O…ini dia.Hm…untung nggak hilang”,ujar Dela lega setelah menemukan gelang itu.Hm…gelang. Benda itu punya kenangan tersendiri untukku
*                                            *                                          *
“Nel. gelang ini ku berikan untukmu, supaya saat kau menangis,tangisanmu bisa reda dengan memandang  gelang ini.Tapi…kamu nggak boleh menagis,karena orang yang boleh membuat kamu menagis hanya aku”,ujar Ericik saat dia memberikan gelangnya padaku ketika kami ada dalam acara reuni untuk teman-teman kelas tiga SMP
“T’rus, gimana kalau kamu yang bikin aku nangis?”,tanyaku saat itu
“Hm…tenang saja,aku tidak akan membuatmu menangis”,begitu ucapnya saat itu.Mungkin dia tidak serius dengan omongannya itu,tapi aku menganggapnya sebagai sebuah janji
Kedekatanku dengan Erick,lama-kelamaan menumbuhkan sebuah rasa untuknya.Teman-teman kami yang lain,yang agaknya juga melihat kedekatan kami itu juga berusaha men jodoh-jodohkan kami.Meskipun demikian,status kami hanya berteman,hingga suatu saat status itu berubah.Ya, malam itu,tanggal 13 Mei 2008,pukul 23.30,dia mengirim pesan singkat ke ponselku yang emnyatakan perasaannya.Butuh waktu setengah jam bagiku untuk mengiyakan permintaanya.Jadilah,tepat pukul 00.00, dikala hari sudah berganti dan memasuki tanggal 14 Mei 2008,aku dan dia mulai menjalani hubungan yang baru sebagai sepasang kekasih
*                                    *                                     *
Sepanjang perjalanan cintaku
Kau bilang aku yang paling tangguh
Tapi mengapa kau tinggalkan aku
Dengan alasan yang tak jelas
Apa aku pernah mendua,apa aku pernah berlari
Saat kau ada masalah
Apa aku pernah mengeluh,apa aku tak mengimbangimu
Sayang kau menilaiku salah
Hm…lagu milik Lobow ini sepertinya tepat untukku.Ya..mlam itu,14 April 2009,ketika masa pacaran kami sudah berumur 11 bulan,dia mengirim pesan singkat ke ponselku.Isinya:
Nel,maaf kalau aku sering membuatmu marah dan kecewa
Sebaiknya kamu mencari orang yang lebih baik dariku
Aku tak mau bila nantinya kamu kecewa
Aku merasa tak pantas untukmu
Aku doakan semoga kamu mendapat orang yang lebih baik dariku
Kamu tidak bersalah,hanya aku saja yang bodoh
Sudah jelas…Dia ingin semuanya berakhir.Aku merelakan dia pergi,walau aku sendiri ingin tahu alasannya.Selama ini kami tidak pernah ribut besar.Ku akui, kesibukan kami membuat kami jarang bertemu.Aku sulit menerima kenyataan bahwa dia memutuskan hubungan kami tanpa alasan yang jelas.Sekarang,kami hanay berteman.Kami memutuskan mengakhiri sesuatu yang dimulai baik-baik,secara baik-baik juga
Takkan aku kenang lagi…
Tulus cinta yang kau beri…
Pergilah cintaku,lupakan dirinya
Takkan aku ingat lagi…
Sakit hati yang kau beri..
Pergilah cintaku,biarkan berlalu

2 thoughts on “CERPEN : AKHIR CINTAKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s